Simeulue – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Simeulue yang diwakili oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Sudirman, S.Pd.I, M.Pd memimpin Musyawarah Teknis Penyelenggaraan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2025, Kamis (21/8/2025) di Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kemenag Simeulue.
Sementara itu, pada waktu yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Simeulue, H. Nashrullah, S.Ag., M.A., menghadiri agenda lain berupa peletakan batu pertama pembangunan gedung baru MIN 3 Simeulue dan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Teupah Tengah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan sarana prasarana pendidikan dan pelayanan keagamaan di Kabupaten Simeulue.
Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh Kepala Madrasah tingkat MI, MTs, dan MA baik negeri maupun swasta di lingkungan Kemenag Simeulue. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama untuk menyukseskan pelaksanaan OMI yang tahun ini menjadi salah satu agenda penting di dunia pendidikan madrasah.
Musyawarah ini merupakan tindak lanjut dari Surat Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Aceh Nomor B-1823/Kw.01/PP/2025 tanggal 14 Agustus 2025, tentang penyampaian salinan Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 4657 Tahun 2025 mengenai Petunjuk Teknis Pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia. Dengan adanya musyawarah teknis, diharapkan para kepala madrasah memperoleh pemahaman yang sama, baik terkait tahapan seleksi, mekanisme perlombaan, maupun aspek penilaian yang berlaku.
Dalam arahannya, Sudirman menegaskan pentingnya OMI sebagai ajang untuk mengasah kemampuan akademik, keterampilan, dan kreativitas peserta didik madrasah. “Olimpiade Madrasah ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga sarana membangun karakter, sportivitas, dan kebanggaan terhadap madrasah. Kami berharap setiap madrasah dapat menyiapkan peserta terbaiknya dengan maksimal,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pelaksanaan OMI tidak lepas dari peran aktif kepala madrasah sebagai koordinator di satuan pendidikan masing-masing. Oleh karena itu, sinergi antara pihak madrasah, guru pembimbing, dan Kemenag menjadi kunci sukses penyelenggaraan kegiatan ini.
Para peserta musyawarah juga berkesempatan menyampaikan berbagai masukan terkait kesiapan teknis, mulai dari proses seleksi tingkat madrasah hingga rencana pelaksanaan di tingkat kabupaten. Diskusi berlangsung aktif dan produktif, mencerminkan antusiasme para kepala madrasah dalam mendukung program ini.