Simeulue β Dalam upaya memperkuat koordinasi publikasi dan memperluas jangkauan informasi kelembagaan, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Simeulue menggelar kegiatan Penguatan dan Pembinaan Awal Kontributor/PIC Kehumasan Unit Kerja pada Kamis, 06 November 2025, secara daring melalui Zoom Meeting.
Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang kontributor kehumasan yang mewakili seluruh unit kerja di lingkungan Kemenag Simeulue, mulai dari Subbag Tata Usaha, Seksi-seksi, Penyelenggara, KUA Kecamatan, hingga Madrasah Negeri.
Kasubbag Tata Usaha Kemenag Simeulue, Ansaruddin, hadir secara langsung memberikan penguatan dan arahan. Dalam pengantarnya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal untuk memperkuat sinergi dan arah kerja bersama di bidang kehumasan.
βKegiatan ini merupakan langkah awal untuk memperkuat sinergi dan arah kerja bersama dalam bidang kehumasan. Kita ingin memastikan bahwa setiap kegiatan, program, dan inovasi di unit kerja dapat terdokumentasi, terpublikasikan, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,β ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pembentukan Kontributor atau PIC Kehumasan Unit Kerja berlandaskan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 29 Tahun 2025 tentang Publikasi dan Diseminasi Informasi. Surat edaran tersebut mendorong setiap satuan kerja di lingkungan Kementerian Agama untuk aktif melakukan publikasi kegiatan, membangun citra positif, dan memperkuat peran humas sebagai wajah lembaga di mata publik.
Kasubbag TU menegaskan bahwa tugas kontributor tidak hanya mendokumentasikan kegiatan, tetapi juga memastikan setiap informasi disajikan secara akurat, beretika, dan mencerminkan nilai-nilai kebaikan. Ia juga menambahkan bahwa kontributor di setiap unit kerja nantinya akan berkoordinasi langsung dengan Pranata Humas Kemenag Simeulue dalam hal kurasi, penyuntingan, dan publikasi berita melalui kanal resmi lembaga.
βTanggung jawab humas tidak sebatas kemampuan berkomunikasi dan mempublikasi, melainkan tentang bagaimana kita membangun kepercayaan publik. Melalui konten dan berita yang kita publikasikan, masyarakat dapat melihat semangat pengabdian ASN Kemenag yang hadir untuk melayani,β ungkapnya
Dalam arahannya, Ansaruddin juga menyinggung capaian nasional Kementerian Agama di tingkat pusat. Ia menyebut bahwa Menteri Agama RI baru saja menerima penghargaan Top GPR Figure Award 2025 dalam ajang 5th Top Government Public Relation (GPR) Award 2025.
βPrestasi ini menjadi motivasi bagi kita di daerah untuk terus memperkuat peran komunikasi publik. Penghargaan tersebut menunjukkan bahwa Kementerian Agama kini semakin diakui karena komunikasi yang inspiratif, terbuka, dan berdampak bagi masyarakat,β imbuhnya.
Ia juga mengajak seluruh kontributor agar tidak hanya menulis berita kegiatan, tetapi juga mengangkat kisah-kisah inspiratif seperti prestasi siswa dan guru madrasah, kiprah penyuluh agama, maupun potret kearifan lokal masyarakat Simeulue.
βSekecil apa pun kegiatan dan pelayanan, alangkah baiknya jika kita publikasikan. Hal ini bukan untuk riya, tetapi sebagai upaya agar publik dapat melihat semangat pengabdian ASN Kemenag. Mari kita bangun citra lembaga yang kredibel dan terpercaya melalui karya yang sederhana namun bermakna,β tambahnya.
Melalui kegiatan ini, seluruh kontributor diharapkan dapat menjadi ujung tombak publikasi di unit kerja masing-masing. Setiap berita dan dokumentasi kegiatan nantinya akan dipublikasikan melalui website resmi Kemenag Simeulue (simeulue.kemenag.go.id), kanal media sosial lembaga, serta akun resmi masing-masing unit kerja. Kasubbag TU menutup arahannya dengan ajakan agar sinergi publikasi terus dijaga.
βMari kita jadikan kehumasan sebagai ruang kolaborasi. Publikasi yang baik akan memperkuat kepercayaan publik, dan dari Simeulue kita tunjukkan bahwa Kementerian Agama benar-benar berdampak bagi umat dan bangsa.β
Kegiatan yang berlangsung interaktif tersebut menandai dimulainya komitmen bersama antara tim humas Kemenag Simeulue dan para kontributor di unit kerja. Ke depan, publikasi kelembagaan diharapkan semakin solid, profesional, dan mencerminkan semangat pelayanan yang berdampak nyata bagi umat dan bangsa.