Simeulue (Kemenag) โย Fasilitator KUA Kecamatan Salang, Ilham Irada, S.Sos., hadir menyapa dan membersamai para remaja dalam kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di Madrasah Aliyah Muhammadiyah (MAM) Sinabang pada Selasa, 24 Februari 2026. Kehadirannya disambut dengan antusias tinggi oleh para siswa yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara aktif, interaktif, dan penuh semangat.
BRUS merupakan salah satu tugas pokok fasilitator KUA dalam memberikan pendampingan, pembinaan, serta penguatan karakter bagi remaja usia sekolah. Melalui pendekatan yang komunikatif, dialogis, dan menyenangkan, fasilitator berupaya menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya informatif, tetapi juga menyentuh sisi emosional dan spiritual peserta didik.
Dalam kegiatan tersebut, Ilham Irada memandu jalannya acara dengan penuh energi dan kedekatan. Ia didampingi langsung oleh salah satu guru MAM, yakni Ustadz Irwansyah, S.Pd.
Kegiatan BRUS dikemas melalui empat permainan edukatif yang sarat makna. Game pertama, โMengenali Diriโ, mengajak siswa untuk memahami potensi, kelebihan, serta tantangan dalam diri masing-masing. Melalui refleksi sederhana namun mendalam, peserta disadarkan bahwa setiap individu memiliki keunikan dan peran penting dalam meraih masa depan.
Game kedua, โMembangun Jembatan Harapanโ, menjadi sesi yang membangkitkan motivasi. Para siswa diajak merancang impian dan cita-cita, lalu menyusunnya dalam langkah-langkah konkret dan terukur. Pesan yang ditekankan adalah bahwa kesuksesan tidak hadir secara instan, melainkan membutuhkan perencanaan yang matang, usaha sungguh-sungguh, serta doa yang berkelanjutan.
Pada game ketiga, โTantangan dan Problematika Remajaโ, peserta berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang kerap dihadapi generasi muda, mulai dari pergaulan, tekanan teman sebaya, hingga tantangan menjaga akhlak di era digital. Dengan pendekatan terbuka dan dialogis, di sini fasilitator menghadirkan ruang berbagi sekaligus memberikan penguatan nilai-nilai keagamaan sebagai landasan dalam mengambil keputusan yang bijak.
Game keempat, โRQQ (Remaja Qeren Qurโani)โ, menjadi penutup yang inspiratif. Melalui permainan ini, siswa diajak semakin dekat dengan Al-Qurโan dan menjadikan nilai-nilainya sebagai pedoman hidup. Suasana semakin semarak ketika para peserta menunjukkan kekompakan dan semangat tinggi dalam menyelesaikan setiap tantangan yang diberikan.
Di sela-sela rangkaian permainan, suasana semakin cair melalui ice breaking. Aktivitas sederhana ini berhasil menciptakan gelak tawa, mempererat kebersamaan, serta menghilangkan kejenuhan sehingga kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keceriaan.
Secara keseluruhan, kegiatan BRUS di MAM Sinabang berjalan lancar dan penuh makna. Antusiasme para siswa menjadi bukti bahwa pendekatan pembinaan remaja melalui metode partisipatif dan menyenangkan sangat efektif dalam menyampaikan pesan-pesan moral dan spiritual.
Melalui kegiatan ini, Fasilitator KUA Salang berharap dapat terus berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan berakhlakul karimah. Pendampingan yang berkelanjutan diharapkan menjadi bekal berharga bagi para remaja dalam menghadapi dinamika kehidupan, sekaligus mewujudkan generasi Qurโani yang membanggakan agama, bangsa, dan negara.


