Guru MAN 1 Simeulue, Zulkarpian, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan Khutbah Jum’at yang menggugah hati di Mesjid Istiqamah, Desa Suka Karya, pada Jumat, 05 Desember 2025. Khutbah bertema “Hikmah dan Sikap Muslim Terhadap Bencana” ini menyoroti musibah banjir dan longsor parah yang melanda berbagai wilayah, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, serta gempa bumi yang baru-baru ini mengguncang Simeulue.
โKhatib Zulkarpian mengingatkan jama’ah akan kenyataan pahit bencana yang telah menelan banyak korban jiwa dan merusak banyak rumah warga. Ia menekankan bahwa seorang mukmin harus melampaui kesedihan dan mencari ibrah (pelajaran) di balik musibah tersebut, sebagaimana firman Allah SWT. dalam QS. Asy-Syura: 30, bahwa musibah adalah akibat perbuatan tangan manusia sendiri.
Tiga Poin Utama Hikmah Bencana
โDalam khutbahnya, Zulkarpian menyampaikan tiga hikmah utama yang patut direnungkan oleh umat Muslim:
- โPeringatan Menjaga Kelestarian Alam: Bencana seperti banjir dan longsor merupakan teguran atas kelalaian manusia dalam menjaga keseimbangan alam, seperti penebangan liar dan pembuangan sampah sembarangan. Mengutip QS. Ar-Rum: 41, Khatib menyerukan agar menjaga lingkungan adalah bagian dari iman.
- โUjian Kepedulian Sosial: Musibah ini adalah momentum untuk menguji empati dan solidaritas sosial. Sesuai hadis, Muslim diibaratkan satu bangunan yang saling menguatkan. Umat Islam didorong untuk bergerak aktif memberikan bantuan terbaik kepada korban yang membutuhkan uluran tangan.
- โPengingat Kerapuhan Dunia: Bencana mengingatkan bahwa harta dan rumah mudah rusak dalam sekejap. Hanya amal saleh yang menjadi milik sejati. Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW. tentang menakjubkannya urusan orang beriman, di mana semua perkara yang menimpanya adalah baik jika disikapi dengan benar, kembali kepada Allah SWT., dan beristigfar.
Tiga Sikap Muslim Menghadapi Bencana
โZulkarpian juga menjabarkan tiga sikap proporsional yang harus diambil seorang Muslim dalam menyikapi bencana alam:
- โMuhasabah (Introspeksi Diri): Bencana alam harus menjadi dorongan untuk perubahan sikap menjadi lebih baik, menyadari bahwa musibah bisa datang kapan saja sebagai akibat dari ulah manusia.
- โBersyukur dan Optimis: Bagi yang tidak terdampak, rasa syukur atas karunia keamanan harus diiringi dengan menjaga perilaku baik kepada Allah SWT., sesama manusia, dan alam sekitar.
- โMenjadikan Bencana Sebagai Ladang Amal: Muslim dianjurkan mengulurkan bantuan berupa tenaga, pikiran, dana, makanan, hingga do’a sebagai wujud syukur atas keselamatan diri dan kesediaan berbagi kepada yang membutuhkan.
โKhatib mengakhiri khutbahnya dengan menekankan bahwa setiap musibah adalah peringatan Allah SWT., sekaligus cermin bagi umat manusia. Seruan untuk segera berintrospeksi, menjaga alam, dan menguatkan solidaritas menjadi penekanan utama, memastikan bahwa hikmah dari setiap bencana tidak hanya berhenti di lisan, melainkan terwujud dalam amal dan kepedulian nyata.
- Penulis : Juni Mulia Dewi, S.Pd
- Editor : Ridha Maulida, S.Sos